19 Maret, 2017

Be Positive





Pulang kampung aja kali ya ke Manado ?
Abis di Manado gue jadi Mayoritas dan gak usah was-was kalo ibadah trus di grebek pasukan "pembela agama". Gue sebut Pembela Agama tapi gak yakin agama apa yang mereka bela. Agama itu tidak mengajarkan kebencian, sementara agama yang mereka bela menurut gue Indah (jadi mereka membela apa?), Islam itu Indah menurut gue (itulah yang gue nilai dari temen-temen sekitar gue). Gue lahir dan besar di lingkungan yang mayoritras nasrani, datang ke Jakarta sebagai anak rantau memberikan pengalaman dan sekaligus membuka pikiran gue yang "sempit".

Apakah lantas gue membenci agama lain ketika gue tau gereja main di bakar bakar ? dibom ? Pendeta di keryok ? Ibadah di larang ? Gereja di segel ? dan kasus lainnya yang kalo mau jujur pemberitaannya kalah dengan kasus perselingkuhan RA dan ATT. Sementara kalau posisinya menjadi terbalik karena pernyataan satu orang yang telah meminta maaf berkali kali, dibuat oleh media seakan akan besok kiamat, heboh luar biasa. Apakah gue sebagai minoritas di negeri ini pernah balas dendam dengan membenci ? Bukan berati gue "pasrah" tapi gue hanya bisa mendoakan karena gue yakin ada kuasa iman yang besar yang mampu memberikan solusi atas semuanya.

Sekarang, politik dan agama menjadi dua senyawa yang apabila dicampurkan akan memberika efek yang berbahaya. Agama seakan akan dapat menjadi komuditas yang berbahaya.

Ah sudahlah ...

Lantas apa yang bisa gue lakukan dengan kondisi Jakarta yang sekarang ini ? Gue berusaha se positive mungkin.


  1. STOP SHARE ! Berhentilah share yang negatip negatip ! Jadi korban berita kampanye negatif, yang sumber nya aja bingung dari mana. Gue saranin nih ye, kalo mau jadi kalangan "kurang cerdas" ga usah ngajak-ngajak. 
  2. BANYAKIN PIKNIK ! Menurut gue ada alasan kenapa seseorang berpikiran sempit, yaitu karena mereka kurang PIKNIK ! Dalam hal ini mereka belum pernah merasakan menjadi seorang minoritas, belum pernah memaknai "toleransi" bukan hanya perkataan tapi juga perbuatan. Go travel, dan akan memahami bahwa dunia bukan hanya Indonesa.
  3. MIKIR ! Perbanyak berpikir dibanding berbicara. Apakah diri gue udah [LEBIH] bener ? sebelum gue judge orang lain. (kalo yang ini gue jujur susah tapi im working on it)
  4. BERTEMAN! Kalau mau berteman tidak usah mikir dari kalangan apa? agama apa? pekerjaannya apa ?. Ini pelajaran SD banget sih. Gue bersyukur kenal dengan komunitas Smule yang membuka jaringan pertemanan gue dan mengenal berbagai sikap. Meski kadang ada drama tapi lumayan untuk proses pembelajaran.
  5. BERPIKIR KEDEPAN !. Jangan mau jadi orang yang kritis ke belakang tapi buntu ke depan. Kita tidak akan maju jika kalian "keseringan" negok ke belakang. Kadang kita harus moving forward dan menghiraukan situasi sekitar sejenak untuk maju.

Yaa gue bukanlah manusia sempurna. Tapi ini yang gue pahami. Gue masih nyinyir masalah politik Indonesia. Tapi dalam hati gue ada kerinduan untuk Indonesia kembali seperti dulu saat kita hidup lebih harmonis.

------------------------------------------------------------------

Gue tidak bermaksud melecehkan agama tertentu yak. Karena menurut gue tidak ada Pelecehan disini. *takut dibilang Penistaan Agama. Dah ah, Ga ada yang baca ini.

After Tears and Pains | Hi 2017 !

Hai dunia,

Biasalah gue blogger murtad. Kembali hidup setelah sekian lama menghilang, alasan utamanya sih karena tesis gue yang akhirnya kelar juga dan lulus. Tesis yang diubah ubah judulnya, sampai akhirnya milih judul dengan prinsip "yang penting lulus".

Sekedar update kehidupan suram gue ini.

AKHIRNYA GUE WISUDA JUGA

Buat semua temen gue yang sok tau "kok belum lulus juga" atau yang suka nanya "kapan lulus?".
NIH ! gue udah lulus.





Gue procrastinator parah sih.
Mulai dari maen Smule (ini sih racun banget) sampe sok-sok jadi karyawan teladan yang "ketagihan" lembur.

Sebenarnya ada cerita menarik sih pas gue wisuda. Gue ga pernah kepikiran bakal wisuda bareng Senior di IBS dulu, dosen gue, temen SMP gue bahkan temen SD gue dari Manado. Dunia ini sempit Yes!. Senior gue di IBS dulu bahkan sempet Cum Laude (Apalah gue ini, nyari gelar master cuma buat pencitraan dan kesenangan emak-bapak), dosen di IBS dulu dapet gelar Doktor (Mba Ira, bangganya), bahkan temen SMP gue dari Manado yang anak Maksi dan SD anak Hukum.

Balik lagi ke proses gue meraih gelar MSM. Proses thesis gue kayaknya sebulan aja. Seminggu dua kali bimbingan (bahkan ada tiga hari berturut-turut). Sidang ditanya sana sini ga jelas, gue jawabnya ala ala Putri Indonesia "ngambang" ga jelas, tapi Puji Tuhan lulus (karena ada temen sekelas yang ga lulus sidang jadi parno sendiri). Revisian pas lagi sibuk-sibuk closing akhir tahun (bayangkan). Karena itu, terpaksa aim berhenti main Smule.selama beberapa bulan.

Tahun 2016 Tahun Penuh Berkat sih bagi keluarga gue. Adik gue yang menggemaskan itu juga akhirnya lulus. Thank God :)

dan Tahun 2017  menjadi cobaan yang baru.

Sebenarnya cobaan yang paling besar karena sahabat-sahabat gue ada 3 yang bakal nikah. Yes TIGA ! (termasuk satu-satunya orang yang suka baca tulisan ga jelas gue ini, My Jul)

------------------------------------------------------------------------

Update Cepat : Gue akhirnya jadi Asst. Manager TP (time to find another job). Foto ama Tulus (plus Armand Maulana) Checked. Nonton JavaJazz 2017 tapi skip 2016. Mengidolakan Ahok (walaupun bukan KTP DKI).  Hobi baru : Unfollow FB orang yang nyinyir masalah agama orang lain. Nonton kosen Imagin Dragon di Singapore, Checked. Mulai demen dengerin lagu Rap (nah loh) semenjak idolain Rich Chigga, fan girl bgt qaqa. Mulai berpikir ngambil S1 Hukum UI tapi kayaknya tahun depan lagi deh. Di kantor dikenal sebagai Ibu Tiri karena kalo nyinyirin orang bisa sampe baper berdarah.Lagi suka baca comic Conan lagi. Punya obsesi nanem Tomat di kosan (seed nya udah beli tinggal beli medianya).

Byee

POST PERTAMA DI 2017

14 Agustus, 2016

My Smule Journey ...




Gue pernah bahas sebelumnya di post tentang Smule!
Tapi gue belum cerita bagaimana sampai gue bisa jatuh cinta sama aplikasi ini.

Awalnya gue pulang kuliah bulan September 2015, gue inget gue desperado dengan kuliah gue yang ga kunjung kelar. Mulai browsing aplikasi (waktu itu gue masih make Nexus 5/ Android). Smule saat itu ada di peringkat kesekian gitu, tapi gue memutuskan untuk iseng-iseng download karna kebetulan gue emang doyan nyanyi.

Seminggu pertama, tiap pulang kantor coba nyanyi satu dua lagu. Minggu kedua mulai follow follow akun yang disukai dan banyak OC dan bahagia banget kalo dapet feedback dari orang yang kita join. Dan belum sebulan gue memutuskan untuk VIP setahun (karna hanya IDR 100 rebu saat itu).

Sebulan berikut masih seneng seneng aja. Sampai gue mulai penasaran kok semacam ada grup grupan di smule. Trus gue iseng search partner duet buat lagu "demons - imagine dragon" (soalnya kalo gue OC jarang yg mampir) dan nemulah audisi grup #TheVocalCriminals yang dibuka Capt Tayla. Join. Lolos dan di contact minta Line. Semenjak itu gue mulai aktif main karna banyak challenge dan banci tampil, smeuanya mau gue joinin meskipun beberapa member emang somse hahahaha tapi bodo. 

Singkat cerita, gue kenal ada orang Indonesia yang senasip ama gue di TVC ... Ka Nina. Trus gak lama masuk Enrico, Anggrek dan beberapa member asal Indo lain. Trus gue mulai manggil temen kampung gue si Iffith buat join. Nah lain cerita kalo sama Len, itu namanya kebetulan hahaha

Jadi sialnya, bulan berikutnya Nexus 5 gue berulah, ternyata Smule belum kompetibel di sistemoperasi lolipop. Karna makin lama makin stress, gue akhirnya email Smule! dan komen di commentbox yg waktu kita nge rating app. Disitu gue baca satu-satu apakah ada yang senasip sama kayak gue, ternyata banyak. Nah mulai deh gue email atu-atu tuh orang ada kali 10 orang, tapi yang bales hanya 1 yaaaaa si LenLen. Sejak itu kita chat via google hangout. Setelah beberapa hari chat random dia nanya smule gue, dan ternyata sama-sama orang Indonesia. Masih lanjut maen hangout dua mingguan gitu, trus lanjut Line.

dan karna menunggu Smule lama banget update untuk Andro, gue memutuskan beli ipod (NIAT BANGET KAN MAIN SMULE). Gue mulai aktif lagi main smule, Lanjut cerita, TVC pernah ada challenge Culture Week jadi yang indonesia ngumpul semua, akhirnya kebentuklah satu multi chat kita nyanyi lagu Project Pop - Dandut is the music of  my country. Lanjut itu, Nina away karna mau liburan panjang trus Arie ikutan left. Gue, Mak Ann, Rico dan Iffith memutuskan melanjutkan grup kita buat bikin kolep kolep iseng dan terciptalah Heal The World. Beberapa hari kemudian, Nina pulang dan gabung lagi, kita memutuskan renovasi room dari Multi Chat jadi Grup Line. Oh anyway, LenLen waktu itu masih galau mo nunggu apa beli ipon, walaupun sama ga tahan dan akhirnya dia tergoda beli henpon baru HAHAHAHA. Disitu gue ngajak si LenLen masuk grup #VocalGalaxy yang pada nyatanya sepi kayak kuburan (skarang juga sih, mungkin tim gue dikutuk sepi kayaknya). Beberapa hari kemudian LenLen masuk room gossip dan kita berenam bikin kolepan "Welcome to My Paradise". Disitu kita mulai namain grup kita #IndoLatte. Random abis.

Betewe, gue sempet ngikut Kak Nina dan Mak Anggrek di SuaraAsia (Grup Smule isinya orng Indo, Malay, Sg dan Brunei). Mayan seru sih disitu, ada kali gue 6 bulan disitu sampai jadi officer yg ngurus ini itu, hitung-hitung latihan.

Pas Desember, kita memutuskan untuk bagaimana kita start grup. Jadi yang sebelumnya #IndoLatte sebatas vocal grup berkembang jadi grup smule. Berbekal ilmu group di TVC dan Suara Asia (soalnya kita udah sampai di posisi belakang dapur di grup-grup itu), kita coba bikin #IndoLatte. Seteah konsepin sebulan, kita start Januari 2016, kita mulai dengan 4 tim awalnya. Masing-masing nyebar Audisi, Seminggu awal kita ngumpulin orang, tiap hari ada yang difilter sampe ngantri. Jalan sebulan kita mulai bikin challenge, awalnya solo dan duet. Makin kesini, peminatnya makin banyak tapi banyak pula yang keluar karna aturang kita ttg keaktifan dan partisipasi lumayan ketat. Keluar-masuk sampai sekarang sudah 8 bulan lebih kita jalan.

8 bulan ini kita sudah naik dan turun, drama satu lepas drama lainnya. Tapi beruntungnya punya officer yang solid semua, jadi kasusu nya diusahakan diredam dari semua member. Kunci dari #IndoLatte sebenarnya karna officernya solid. Sekarang IndoLatte bukan hanya 6 orang tapi kita ada lebih dari 30 orang. Kita sama-sama membangun grup ini menjadi lebih baik dan menjalin hubungan kekeluargaan antar sesama anggota.

Sampai sekarang gue fokus di dua tim ini dulu. Semoga #IndoLatte bisa terus berkarya.

Selamat Subuh,

F.

25 Mei, 2016

BANG - KOK !!! (Belanja sampe Bengkok)




Masih cerita outing kantor yang gratisan. Tahun ini ke Bangkok. Akhirnyaaaaaaaaaaa
Make Tur yang mewah banget, kenapa ? kita makan buffee muluk 3 hari. Wabiasak kan ?! Kita kemana mana aja ? Yaaa biasa ke bangkok ngapain sih ?  pilihannya hanya Ibadah (bagi yg Buddha)  ato shopping !! 

Hari Pertama : Gak efektif, Air Asia delay 2 jam. Sampe hotel jam 12 tengah malem, makan McD. Beli Karto. Tepar

Hari Kedua :
Pertama ke Grand Palace : PANAS dan PADAT. Gak lagi lagi deh ! Skip skip deh 


 Lanjut dari situ kita ke Platinum : Ini sih tempatnya kayak ambas tapi barang barangnya murah. Lu bisa dapet kaos 40 rebu yg bagus banget. Oh di sekitaran Platinum gue makan babi yg dipotong balok kecil- kecil aslik enak banget.


Oke pulang dari situ kita ke Asiatique : ini tempat yang paling disukai Ka Steph dulu. Gue cm keliling dan berakhir duduk di pinggir pantai sambil minum kelapa muda ama Ka Tince. Tempatnya seru sih banyak anak muda nya pula, mayan banget buat cuci mata. Ga tau deh itu cowo beneran ato cewe. Oh trus gue makan Jangkrik ama Ulat (kedua kali nya)



Trus pulang. Sempet jalan jalan tengah malem nyobain sea food di deket hotel. Trus Tepar.

Hari Ketiga
Pertama Wat Arun : Gue sih da pernah ke sini, jadi cuma dateng duduk deket toilet ama makan es krim. Semuanya bisa dibayar pake Rupiah jadi bisa hemat Bath. Trus makan mangga yang enak banget.

Trus kita ke Golden Buddha : Disini foto-foto aja sih. Satu pesan tolong hormati orang yang beribadah, gue liat ada org hindi yang nyerobot org yg ibadah, agak rude dan disrespect sih.



 Abis itu ke MBK deh : Kalo kata sebagian orang aga kurang karena "mall" banget. Disini gue beli tumbler starbucks titipan si Len aja. Saran gue sebaiknya nyebrang ke Pratunam, bongkar-bongkar dah tuh pasar yang dipinggir jalan. Barangnya murah tapiga keliatan murahan. Sebenarnya belanja di Bangkok tuh enaknya di pinggir jalan karna pasti lebih murah di banding butik mall, tapi yaa gitu beda bakal beda selera kalo doyannya branded.

Pulang MBK balik hotel. Rencanaya mau berenang tapi kolam hotelnya tutup jam 7 sedangkan ga mungkin banget sih bagi peserta tur pulang jam segitu.

Hari Keempat

INI DIAAAA YANG DITUNGGU TUNGGU .... CATUCAK!

Disini nih saat nya penghabisan semua Bath yang tersisa di kantong. Minjem sana sini hahahaha. Disini barang barangnya semua ada. Lengkap. Gede banget. Murah. Bisa Nawar. Pokoknya ini surga belanja murah berkualitas.

kelar dari situ pulang deh.

Gue sih ga se excited temen laennya karna da pernah pergi kali yaa

Oke deh sekian outing taon ini.

Gossip-gossipna next year HK ! AMIN BANGET !



Ps : i skip all sponsor places from Tour like Honey Factory, Jawerlly Factory, and all resto that we went to.

07 Mei, 2016

Ada apa dengan Rangga ?




Happy Long Weekend People !

Gue kemarin nonton Rangga dan Cinta, iyeee gue tau gue berasa abege banget. Beruntungnya gue ga ngantri nonton film ini yang selalu sold out.

Spoiler banget, jangan baca kalo ga suka *yaakali ga ada yang baca juga sih*
Gue berasa AADC ada di bagian diri gue sebagai  anak tahun 90an, pertama kali nonton ama temen2 sekolah di bioskop nonton ini. Ngumpulin duit jajan, demi beli tiket bioskop. Sekarang setelah 14 tahun ada lagi, excited nya ada.

Tapiii .... sepet antipati ama film film Indonesia jaman sekarang dan ada rencana "nunggu tayang di ercetei ato esceteve aja"

Drama nya sih aga "ngeyek" tapiiii gak murahan. Agak "bahasa buku ppkn" tapi masih acceptable.
Gue suka sisi music di film ini, karena punya major part banget dan membangun suasana banget.
Selain itu melihat sisi geng cinta yang punya latar belakang yang menarik masing masing bikin film ini ga hanya fokus ke Cinta dan Rangga.

Yang bikin genges. ADA APA DENGAN RANGGA ??
Rangga jadi karakter yang ga seperti AADC 1, berasa banget karakter nya jadi plin plan, keliatan galau gulana, kayak hidup nya hanya berporos pada Cinta, Baperan, sensitive kayak tespek. Itu bukan Rangga. Rangga seharusnya menjadi karakter yang cool dan moving forward ....

Intinya, untuk Film Indonesia. Ini wajib ditonton angkatan 90an, jangan nunggu tayang di tv yaa.

___________________________

Gue lagi tergila gila ama lagu 7years dan Album The 1975 !