24 April, 2017

Formula 1 2016 : Sendiri Lebih Baik


Hidup itu harus balance !

Travelling sendirian bukan hal baru bagi gue, meski ada pepatah yang bilang berdua lebih baik. Tapiii you know me la, hidup gue sendiri aja udah cukup drama apalagi bedua. Yasudalah!

Jadi ceritanya kemarin lupa posting tentang pengalaman gue melancong ke Singapore hanya demi nonton konser Pentatonix. Tapi masalah terjadi ketika jadwalnya diganti sama penyelenggara F1, tapi kondisinya mau nuker tiket ga bisa jadilah nonton Imagine Dragon (not bad lah).

Jadi gue over weekend aja, Jumat berangkat - Sabtu Konser - Minggu Pulang

Setiba di Singapore, gue nginep di BnB kesukaan "Gusti" di Lavender. Jalan-jalan ama temen Smule gue dan lanjut meetup lagi sama temen Bigo. 2016 jelas menjadi tahun networking gue, banyak bertemu orang baru di dunia maya yang membuat network gue makin luas.

Jadi ceritanya Imagine Dragonnya jadi pengisi acara Formula 1 Singapore, tapi gue beli tiket yang sehari aja dari tiga hari penyelenggaraan. Satu tiket aja seharga, 1.7 Juta rupiah untuk satu spot area. Jadi tiap area ada artis utama, jadi kalau mau 3 hari dan banyak spot area harga tiketnya sekita 10 Jutaan. No Thanks!

Lanjut cerita, konsernya asik banget. Sebenarnya ga rugi nonton Imagine Dragon (karna emang suka juga). Dia nyanyi Demon, Radioactive dan beberapa lagu dari album barunya. 

Jadi ada pengalaman baru, nonton konser di luar Indonesia.
Sayangnya gue gak kebagian tiket konser Coldplay kemarin, sekalipun nemu tiketnya 3 jutaan itupun katagori yang jauh banget. Jadi mungkin belum waktunya, next album mungkin.

dan cobalah kita untuk membuka diri untuk tidak bergantung pada orang lain.

F.






08 April, 2017

AHOK !



Dia hanya manusia biasa !
Dia punya telinga, mata, mulut dan hidung sama dengan kalian !
Dia apa adanya !
dan Dia orang Baik !

Indonesia merupakan negara beragama. Dimana setidaknya ada beragam agama dan aliran di Indonesia. Atau dengan kata lain, sebagian besar kita adalah makhluk ber "Tuhan". Tidak peduli, siapa Tuhan-mu? dan bagaimana caramu beribadah ? kita semua di ajarkan untuk bertoleransi dan mencintai sesama manusia. Agama ada untuk menjadikan kita lebih beradab dan ber-norma.

Gue sebenarnya mulai muak dengan kasus di Jakarta ini. Jikalau kita mau diam sejenak dan menganalisa apa sebenarnya yang terjadi dan Berpikir. Kita bisa melihat jika ada seseorang yang menjadi korban politisasi dengan alasan "penistaan agama". Tapi kondisi sekarang jelas merugiakan gue sebagai "pendatang" di Jakarta, beribadah menjadi tidak tenang, ke mall dipenuhi ketakutan apalagi perlakuan yang "berbeda" sebagai minoritas. Thank God, gue di kelilingi orang yang berpikiran terbuka, meski beberapa mulai menjadi kaum ekstrimis di media social (which is udah gue unfollow juga sih).

Hai teman, cobalah untuk memaafkan karena kita bukanlah manusia sempurna. Kita adalah makhluk beragama yang diajarkan cara memaafkan.

Hidup itu lebih indah jika kita hidup rukun.


Kapan Nikah ?


Seberapa sering kita ditanyakan pertanyaan ini "Kapan Nikah ?"  dan Seberapa sering kita tidak nyaman dibuatnya.

KEPO !

Itu lah habit jelek kebanyakan orang Indonesia, kalau tidak gak mungkin Lambe Turah akan jadi sangat terkenal. Emang seberapa penting informasi "kapan kita nikah" bisa memuaskan keingintahuan orang yang menanyakannya. Gue sadar jika manusia diciptakan Tuhan berpasangan untuk sehidup semati, setidaknya itu yang lingkungan dan agama ajarkan ke gue sehingga gue ada "keyakinan" untuk menyanggupi pernikahan. Namun pertanyaan selanjutnya, apakah gue harus "terburu-buru" menikah hanya untuk memuaskan keinginan orang sekitar gue ?

Menikah menurut gue merupakan satu fase kehidupan yang lebih dari sekedar ucapan janji dan penyelenggaraan pesta pora. Menikah adalah suatu hasil dari hubungan natural antara dua individual. Jadi pertanyaan besar nya adalah untuk apa kita terburur-buru ?

Pandangan gue mungkin berbeda dengan kalian, mungkin. Tapi apakah jujur bosan aja ditanyain "Kapan Menikah" oleh orang sekitar. Apalagi mempertanyakan "orientasi seksual" hanya karena seseorang belum (memikirkan) permenikahan. Oh Please ~ ini di jaman  peradaban manusia semakin kompleks dan pergeseran budaya "lama" menjadi hal yang lumrah. Bukan berarti pemikiran konvensional harus ditinggalkan, tapi kita di era masyarakat global dimana hidup adalah tentang pilihan dan kapan keputusan menikah menjadi "pilihan" dan bukan keharusan yang harus disegerakan karena sudah punya pekerjaan yang memadai atau usia yang semakin tua. Pilihan untuk memiliki pasangan, pilihan untuk mem prioritaskan karir, pilihan untuk mengejar pendidikan, pilihan menghabiskan usia dua puluh tahun ini untuk travelling, pilihan untuk berkarya dan membuat hidup lebih bermanfaat bagi orang lain.

Karena makna hidup lebih dari itu. Lebih dari sekedar memenuhi tuntutan orang "Kepo"

Beberapa sahabat gue akan menikah tahun ini. Good for them and im super happy for them. Artinya mereka telah siap dan menemukan pengalaman baru dalam hidup.

This post is for you "Kepo" people out there ! Hope you find your light !

*sipping coffee
*timetobeserioussboutjob



19 Maret, 2017

Be Positive





Pulang kampung aja kali ya ke Manado ?
Abis di Manado gue jadi Mayoritas dan gak usah was-was kalo ibadah trus di grebek pasukan "pembela agama". Gue sebut Pembela Agama tapi gak yakin agama apa yang mereka bela. Agama itu tidak mengajarkan kebencian, sementara agama yang mereka bela menurut gue Indah (jadi mereka membela apa?), Islam itu Indah menurut gue (itulah yang gue nilai dari temen-temen sekitar gue). Gue lahir dan besar di lingkungan yang mayoritras nasrani, datang ke Jakarta sebagai anak rantau memberikan pengalaman dan sekaligus membuka pikiran gue yang "sempit".

Apakah lantas gue membenci agama lain ketika gue tau gereja main di bakar bakar ? dibom ? Pendeta di keryok ? Ibadah di larang ? Gereja di segel ? dan kasus lainnya yang kalo mau jujur pemberitaannya kalah dengan kasus perselingkuhan RA dan ATT. Sementara kalau posisinya menjadi terbalik karena pernyataan satu orang yang telah meminta maaf berkali kali, dibuat oleh media seakan akan besok kiamat, heboh luar biasa. Apakah gue sebagai minoritas di negeri ini pernah balas dendam dengan membenci ? Bukan berati gue "pasrah" tapi gue hanya bisa mendoakan karena gue yakin ada kuasa iman yang besar yang mampu memberikan solusi atas semuanya.

Sekarang, politik dan agama menjadi dua senyawa yang apabila dicampurkan akan memberika efek yang berbahaya. Agama seakan akan dapat menjadi komuditas yang berbahaya.

Ah sudahlah ...

Lantas apa yang bisa gue lakukan dengan kondisi Jakarta yang sekarang ini ? Gue berusaha se positive mungkin.


  1. STOP SHARE ! Berhentilah share yang negatip negatip ! Jadi korban berita kampanye negatif, yang sumber nya aja bingung dari mana. Gue saranin nih ye, kalo mau jadi kalangan "kurang cerdas" ga usah ngajak-ngajak. 
  2. BANYAKIN PIKNIK ! Menurut gue ada alasan kenapa seseorang berpikiran sempit, yaitu karena mereka kurang PIKNIK ! Dalam hal ini mereka belum pernah merasakan menjadi seorang minoritas, belum pernah memaknai "toleransi" bukan hanya perkataan tapi juga perbuatan. Go travel, dan akan memahami bahwa dunia bukan hanya Indonesa.
  3. MIKIR ! Perbanyak berpikir dibanding berbicara. Apakah diri gue udah [LEBIH] bener ? sebelum gue judge orang lain. (kalo yang ini gue jujur susah tapi im working on it)
  4. BERTEMAN! Kalau mau berteman tidak usah mikir dari kalangan apa? agama apa? pekerjaannya apa ?. Ini pelajaran SD banget sih. Gue bersyukur kenal dengan komunitas Smule yang membuka jaringan pertemanan gue dan mengenal berbagai sikap. Meski kadang ada drama tapi lumayan untuk proses pembelajaran.
  5. BERPIKIR KEDEPAN !. Jangan mau jadi orang yang kritis ke belakang tapi buntu ke depan. Kita tidak akan maju jika kalian "keseringan" negok ke belakang. Kadang kita harus moving forward dan menghiraukan situasi sekitar sejenak untuk maju.

Yaa gue bukanlah manusia sempurna. Tapi ini yang gue pahami. Gue masih nyinyir masalah politik Indonesia. Tapi dalam hati gue ada kerinduan untuk Indonesia kembali seperti dulu saat kita hidup lebih harmonis.

------------------------------------------------------------------

Gue tidak bermaksud melecehkan agama tertentu yak. Karena menurut gue tidak ada Pelecehan disini. *takut dibilang Penistaan Agama. Dah ah, Ga ada yang baca ini.

After Tears and Pains | Hi 2017 !

Hai dunia,

Biasalah gue blogger murtad. Kembali hidup setelah sekian lama menghilang, alasan utamanya sih karena tesis gue yang akhirnya kelar juga dan lulus. Tesis yang diubah ubah judulnya, sampai akhirnya milih judul dengan prinsip "yang penting lulus".

Sekedar update kehidupan suram gue ini.

AKHIRNYA GUE WISUDA JUGA

Buat semua temen gue yang sok tau "kok belum lulus juga" atau yang suka nanya "kapan lulus?".
NIH ! gue udah lulus.





Gue procrastinator parah sih.
Mulai dari maen Smule (ini sih racun banget) sampe sok-sok jadi karyawan teladan yang "ketagihan" lembur.

Sebenarnya ada cerita menarik sih pas gue wisuda. Gue ga pernah kepikiran bakal wisuda bareng Senior di IBS dulu, dosen gue, temen SMP gue bahkan temen SD gue dari Manado. Dunia ini sempit Yes!. Senior gue di IBS dulu bahkan sempet Cum Laude (Apalah gue ini, nyari gelar master cuma buat pencitraan dan kesenangan emak-bapak), dosen di IBS dulu dapet gelar Doktor (Mba Ira, bangganya), bahkan temen SMP gue dari Manado yang anak Maksi dan SD anak Hukum.

Balik lagi ke proses gue meraih gelar MSM. Proses thesis gue kayaknya sebulan aja. Seminggu dua kali bimbingan (bahkan ada tiga hari berturut-turut). Sidang ditanya sana sini ga jelas, gue jawabnya ala ala Putri Indonesia "ngambang" ga jelas, tapi Puji Tuhan lulus (karena ada temen sekelas yang ga lulus sidang jadi parno sendiri). Revisian pas lagi sibuk-sibuk closing akhir tahun (bayangkan). Karena itu, terpaksa aim berhenti main Smule.selama beberapa bulan.

Tahun 2016 Tahun Penuh Berkat sih bagi keluarga gue. Adik gue yang menggemaskan itu juga akhirnya lulus. Thank God :)

dan Tahun 2017  menjadi cobaan yang baru.

Sebenarnya cobaan yang paling besar karena sahabat-sahabat gue ada 3 yang bakal nikah. Yes TIGA ! (termasuk satu-satunya orang yang suka baca tulisan ga jelas gue ini, My Jul)

------------------------------------------------------------------------

Update Cepat : Gue akhirnya jadi Asst. Manager TP (time to find another job). Foto ama Tulus (plus Armand Maulana) Checked. Nonton JavaJazz 2017 tapi skip 2016. Mengidolakan Ahok (walaupun bukan KTP DKI).  Hobi baru : Unfollow FB orang yang nyinyir masalah agama orang lain. Nonton kosen Imagin Dragon di Singapore, Checked. Mulai demen dengerin lagu Rap (nah loh) semenjak idolain Rich Chigga, fan girl bgt qaqa. Mulai berpikir ngambil S1 Hukum UI tapi kayaknya tahun depan lagi deh. Di kantor dikenal sebagai Ibu Tiri karena kalo nyinyirin orang bisa sampe baper berdarah.Lagi suka baca comic Conan lagi. Punya obsesi nanem Tomat di kosan (seed nya udah beli tinggal beli medianya).

Byee

POST PERTAMA DI 2017