13 Januari, 2018

The story of Jul ~


Dear Indah ("Jul"),

ini lah jawaban doa dan perjuangan lu ya. Disini gue yang terjebak dalam friendzone selama bertahun-tahun hahaha dari lubuk hati terdalam mengucapkan "akhirnya yaa sekali cus langsung jreng".

Indah sih emang anaknya gitu, misterius tapi sekali mengikat langsung dinikahin dah.

Momen ketika lu mengucapkan janji nikah, gak tauk tapi perasaan ini dag dig dug banget antara happy tapi terharu ~ akhirnya ada yang goal juga ni di geng jomblo-jomblo berkualitas kita.

Semoga lu bisa bahagia di pelukan abang Wilmart. Jadi keluarga yang diberkati dan menjadi berkat dimanapun kamu berada.

Love you pul,

SB :)


Oke, Next please !


5 Tahun 8 Bulan ~ akhirnya momen ini tiba. Tiba saatnya gue mengucapkan "goodbye" ke sahabat, senior, junior dan para partner. Meskipun agak drama last day nya (~ masih aje diajak meeting sampai malam di hari terakhir), tapi kesempatan ini gue ingin mengucapkan terima kasih ke semua teman (khususya Ka Tince, Ciyus dan Iqbal) yang effort banget bikin acara perpisahan yang persiapan ampe lintas benua hahahaa. Terima kasih :)

5 Tahun 8 Bulan. Bukan waktu yang singkat bagi gue, seorang anak muda penuh ambisi dari keluarga yang jauh di Manado. Merantau mencari kerja di Jakarta dan merasakan kerasnya ibu kota. Membuka mata bahwa hidup itu bukan hanya satu suku, satu agama, satu budaya. Tempat dimana gue bisa tumbuh menjadi lebih dewasa dalam berpikir dan mengambil tindakan.

5 Tahun 8 Bulan. Memulai dari junior yang kerjaannya dimarahin senior, sampai akhirnya menjadi assisten menejer yang kerjaaanya marahin junior. Terkenal di kantor sebagai tukang nyinyir dan marahin semua junior, tapi gue percaya jika "lebih baik teguran yang nyata-nyata daripada kasih yang tersembunyi" :)

5 Tahun 8 Bulan. Kebersamaan yang dibangun dengan para sahabat disana, yang mau tertawa bersama, menangis bersama dan berbagi masalah bersama. Tapi di kantor lah kita menjadi keluarga baru.

dan akhirnya gue memutuskan hijrah ke rumah tetangga yang dari luar emang nampak mevvah. PwC !

Bukan berarti di RSA kurang keceh. Tapi siapa sih yang nggak ingin punya CV yang bersinar karena berhasil masuk PwC (you knowlah standard masuk sini). Meskipun gue tau, gue harus merelakan tawaran partner RSA yang kalo dipikir ama sisi matre gue bakal mundur juga dari PwC.

Yah begitulah, hidup harus move on ~

Terima kasih RSA
Terima kasih semua Sahabat
dan Terima kasih atas semua kesempatan belajar dari para klien-klien kesayangan :)

Tunggu postingan kerja di PwC yak !

24 April, 2017

Formula 1 2016 : Sendiri Lebih Baik


Hidup itu harus balance !

Travelling sendirian bukan hal baru bagi gue, meski ada pepatah yang bilang berdua lebih baik. Tapiii you know me la, hidup gue sendiri aja udah cukup drama apalagi bedua. Yasudalah!

Jadi ceritanya kemarin lupa posting tentang pengalaman gue melancong ke Singapore hanya demi nonton konser Pentatonix. Tapi masalah terjadi ketika jadwalnya diganti sama penyelenggara F1, tapi kondisinya mau nuker tiket ga bisa jadilah nonton Imagine Dragon (not bad lah).

Jadi gue over weekend aja, Jumat berangkat - Sabtu Konser - Minggu Pulang

Setiba di Singapore, gue nginep di BnB kesukaan "Gusti" di Lavender. Jalan-jalan ama temen Smule gue dan lanjut meetup lagi sama temen Bigo. 2016 jelas menjadi tahun networking gue, banyak bertemu orang baru di dunia maya yang membuat network gue makin luas.

Jadi ceritanya Imagine Dragonnya jadi pengisi acara Formula 1 Singapore, tapi gue beli tiket yang sehari aja dari tiga hari penyelenggaraan. Satu tiket aja seharga, 1.7 Juta rupiah untuk satu spot area. Jadi tiap area ada artis utama, jadi kalau mau 3 hari dan banyak spot area harga tiketnya sekita 10 Jutaan. No Thanks!

Lanjut cerita, konsernya asik banget. Sebenarnya ga rugi nonton Imagine Dragon (karna emang suka juga). Dia nyanyi Demon, Radioactive dan beberapa lagu dari album barunya. 

Jadi ada pengalaman baru, nonton konser di luar Indonesia.
Sayangnya gue gak kebagian tiket konser Coldplay kemarin, sekalipun nemu tiketnya 3 jutaan itupun katagori yang jauh banget. Jadi mungkin belum waktunya, next album mungkin.

dan cobalah kita untuk membuka diri untuk tidak bergantung pada orang lain.

F.






08 April, 2017

AHOK !



Dia hanya manusia biasa !
Dia punya telinga, mata, mulut dan hidung sama dengan kalian !
Dia apa adanya !
dan Dia orang Baik !

Indonesia merupakan negara beragama. Dimana setidaknya ada beragam agama dan aliran di Indonesia. Atau dengan kata lain, sebagian besar kita adalah makhluk ber "Tuhan". Tidak peduli, siapa Tuhan-mu? dan bagaimana caramu beribadah ? kita semua di ajarkan untuk bertoleransi dan mencintai sesama manusia. Agama ada untuk menjadikan kita lebih beradab dan ber-norma.

Gue sebenarnya mulai muak dengan kasus di Jakarta ini. Jikalau kita mau diam sejenak dan menganalisa apa sebenarnya yang terjadi dan Berpikir. Kita bisa melihat jika ada seseorang yang menjadi korban politisasi dengan alasan "penistaan agama". Tapi kondisi sekarang jelas merugiakan gue sebagai "pendatang" di Jakarta, beribadah menjadi tidak tenang, ke mall dipenuhi ketakutan apalagi perlakuan yang "berbeda" sebagai minoritas. Thank God, gue di kelilingi orang yang berpikiran terbuka, meski beberapa mulai menjadi kaum ekstrimis di media social (which is udah gue unfollow juga sih).

Hai teman, cobalah untuk memaafkan karena kita bukanlah manusia sempurna. Kita adalah makhluk beragama yang diajarkan cara memaafkan.

Hidup itu lebih indah jika kita hidup rukun.


Kapan Nikah ?


Seberapa sering kita ditanyakan pertanyaan ini "Kapan Nikah ?"  dan Seberapa sering kita tidak nyaman dibuatnya.

KEPO !

Itu lah habit jelek kebanyakan orang Indonesia, kalau tidak gak mungkin Lambe Turah akan jadi sangat terkenal. Emang seberapa penting informasi "kapan kita nikah" bisa memuaskan keingintahuan orang yang menanyakannya. Gue sadar jika manusia diciptakan Tuhan berpasangan untuk sehidup semati, setidaknya itu yang lingkungan dan agama ajarkan ke gue sehingga gue ada "keyakinan" untuk menyanggupi pernikahan. Namun pertanyaan selanjutnya, apakah gue harus "terburu-buru" menikah hanya untuk memuaskan keinginan orang sekitar gue ?

Menikah menurut gue merupakan satu fase kehidupan yang lebih dari sekedar ucapan janji dan penyelenggaraan pesta pora. Menikah adalah suatu hasil dari hubungan natural antara dua individual. Jadi pertanyaan besar nya adalah untuk apa kita terburur-buru ?

Pandangan gue mungkin berbeda dengan kalian, mungkin. Tapi apakah jujur bosan aja ditanyain "Kapan Menikah" oleh orang sekitar. Apalagi mempertanyakan "orientasi seksual" hanya karena seseorang belum (memikirkan) permenikahan. Oh Please ~ ini di jaman  peradaban manusia semakin kompleks dan pergeseran budaya "lama" menjadi hal yang lumrah. Bukan berarti pemikiran konvensional harus ditinggalkan, tapi kita di era masyarakat global dimana hidup adalah tentang pilihan dan kapan keputusan menikah menjadi "pilihan" dan bukan keharusan yang harus disegerakan karena sudah punya pekerjaan yang memadai atau usia yang semakin tua. Pilihan untuk memiliki pasangan, pilihan untuk mem prioritaskan karir, pilihan untuk mengejar pendidikan, pilihan menghabiskan usia dua puluh tahun ini untuk travelling, pilihan untuk berkarya dan membuat hidup lebih bermanfaat bagi orang lain.

Karena makna hidup lebih dari itu. Lebih dari sekedar memenuhi tuntutan orang "Kepo"

Beberapa sahabat gue akan menikah tahun ini. Good for them and im super happy for them. Artinya mereka telah siap dan menemukan pengalaman baru dalam hidup.

This post is for you "Kepo" people out there ! Hope you find your light !

*sipping coffee
*timetobeserioussboutjob